Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini. Selamat menikmati setiap tulisan yang ada di dalamnya. Maaf jika ada kesalahan kata dalam penulisan dan jangan segan-segan untuk memberikan kritik atau saran untuk blog ini agar blog ini semakin baik lagi. Gomawo... ^^

Rabu, 21 Maret 2012

Waktu

Ah....
Waktu mengapa engkau begitu cepat berlalu
Mengapa engkau tak membiarkanku melakukan pekerjaan ini
Mengapa engkau terus saja berjalan hingga aku seakan tak sadar kau telah berada terlalu jauh dariku

Apa kau tak tahu apa yang sedang kulakukan
Apa kau tak bisa berhenti sejenak 
Membiarkanku menyelesaikan karyaku ini
Apa kau tak mampu berhenti walau sejenak saja

Malam telah larut
Kau terus berdetak
Namun aku....
Aku belum menyelesaikannya
Aku belum siap tuk memejamkan mata ini

Pagi sebentar lagi kan datang
Dan malam kan berpisah denganku dan juga denganku
Namun sanggupkah kau kembali berputar
Beberapa jam saja

Detik Ini

Detak waktu terus bergulir mengantarkanku ke detik ini... Hufft sudah larut malam rupanya. Tak terasa waktu berjalan begitu cepat. Setahuku beberapa menit yang lalu jam baru menunjukkan pukul sembilan dan sekarang jam telah menunjukkan pukul satu. Tepatnya pukul satu malam. Astagaaaaa.... sampai lupa waktu aku. Saking asyiknya menjelajahi dunia maya sampai ga tahu udah jam berapa. 
Ku tarik nafas perlahan,ingin rasanya kusudahi penjelajahanku namun sepertinya mata ini tak lagi berkompromi denganku. Huuufft... Mungkinkah ku kembali terjaga hingga subuh nanti...
Kembali kutarik nafasku dalam-dalam. Sepertinya, aku tak akan bisa tidur, aku masih ingin memjelajah, aku masih ingin menulis. Aku masih ingin............
Tak tahu apalagi yang ku inginkan....

Selasa, 20 Maret 2012

Sayap-sayap Patah

 Oleh Kahlil Gibran

Wahai Langit
Tanyakan pada-Nya
Mengapa dia menciptakan sekeping hati ini..
Begitu rapuh dan mudah terluka..
Saat dihadapkan dengan duri-duri cinta
Begitu kuat dan kokoh
Saat berselimut cinta dan asa..
Mengapa dia menciptakan rasa sayang dan rindu
Didalam hati ini..
Mengisi kekosongan di dalamnya
Menyisakan kegelisahan akan sosok sang kekasih
Menimbulkan segudang tanya
Menghimpun berjuta asa
Memberikan semangat..
juga meninggalkan kepedihan yang tak terkira
Mengapa dia menciptakan kegelisahan dalam relung jiwa
Menghimpit bayangan
Menyesakkan dada..
Tak berdaya melawan gejolak yang menerpa…
Wahai ilalang…
Pernah kan kau merasakan rasa yang begitu menyiksa ini
Mengapa kau hanya diam
Katakan padaku
Sebuah kata yang bisa meredam gejolak hati ini..
Sesuatu yang dibutuhkan raga ini..
Sebagai pengobat tuk rasa sakit yang tak terkendali
Desiran angin membuat berisik dirimu

Derai Derai Cemara

Oleh Charil Anwar

Cemara menderai sampai jauh
terasa hari akan jadi malam
ada beberapa dahan di tingkap merapuh
dipukul angin yang terpendam

Aku sekarang orangnya bisa tahan
sudah berapa waktu bukan kanak lagi
tapi dulu memang ada suatu bahan
yang bukan dasar perhitungan kini

Hidup hanya menunda kekalahan
tambah terasing dari cinta sekolah rendah
dan tahu, ada yang tetap tidak terucapkan
sebelum pada akhirnya kita menyerah

1949

LAGU OMBAK

Oleh Kahlil Gibran

Pantai yang perkasa adalah kekasihku,
Dan aku adalah kekasihnya,
Akhirnya kami dipertautkan oleh cinta,
Namun kemudian Bulan menjarakkan aku darinya.
Kupergi padanya dengan cepat
Lalu berpisah dengan berat hati.
Membisikkan selamat tinggal berulang kali.

Aku segera bergerak diam-diam
Dari balik kebiruan cakerawala
Untuk mengayunkan sinar keperakan buihku
Ke pangkuan keemasan pasirnya
Dan kami berpadu dalam adunan terindah.

Aku lepaskan kehausannya
Dan nafasku memenuhi segenap relung hatinya
Dia melembutkankan suaraku dan mereda gelora di dada.
Kala fajar tiba, kuucapkan prinsip cinta
di telinganya, dan dia memelukku penuh damba

Ibu

Oleh Kahlil Gibran

Ibu adalah segalanya, dialah penghibur di dalam kesedihan.
Pemberi harapan di dalam penderitaan, dan pemberi kekuatan di dalam kelemahan.

Dialah sumber cinta, belas kasihan, simpati dan pengampunan.
Manusia yang kehilangan ibunya bererti kehilangan jiwa sejati yang memberi berkat dan menjaganya tanpa henti.

Segala sesuatu di alam ini melukiskan tentang susuk ibu.
Matahari adalah ibu dari planet bumi yang memberikan makanannya dengan pancaran panasnya.

Matahari tak pernah meninggalkan alam semesta pada malam hari sampai matahari meminta bumi untuk tidur sejenak di dalam nyanyian lautan dan siulan burung-burung dan anak-anak sungai.

Dan Bumi ini adalah ibu dari pepohonan dan bunga-bunga menjadi ibu yang baik bagi buah-buahan dan biji-bijian.
Ibu sebagai pembentuk dasar dari seluruh kewujudan dan adalah roh kekal, penuh dengan keindahan dan cinta.

Senin, 19 Maret 2012

Inikah Hidup dalam kesendirian itu -.-

Hmmm.
Helaan nafas begitu melegakan hati ini
Namun satu yang kini mengganjal
yang membuatku merasa tak sepantasnya berada di sini

Berada di antara keramaian dan kebisingan
Di antara hiruk pikuk tawa yang ada
Di antara desahan nafas yang terdengan

Kesendirian...
Begitu membelengguku
Seolah hanya aku sendiri di sini
Meratap
Menyesali
Keadaan diri ini

Sampai kapan ini kan terjadi

Entah apa.....

Blog baru...tulisan baru... dan celoteh baru juga....
Entah apa yang akan tertulis di blog ini....
Mungkin tawa, tangis, kegembiraan, keharuan atau kecemasan...
Entahlah, ku juga tak tahu.....

Setiap kata yang kan tergores
Setiap kalimat yang terjalin
Kan menggoreskan semua
Kisah hati ini....

Dan berharap semua kan terasa indah
Bagiku dan juga bagimu

Terima kasih buat kalian yang akan dan sudah membaca
Setiap tulisan ini
Meski tak seindah yang kalian bayangkan
Namun ku harap kalian akan memberikan kritik dan saran di setiap tulisanku
Agar ku mampu memperbaikinya
Dan mampu ku persembahkan buat kalian para pembaca blogku


Thanks...
Widya ^^