Ada bayang yang tak pernah pergi
Ada nama yang tak selalu mendiami
Serta seutas wajah yang menerangi
Pada hati bangkitkan semangat diri tuk lalui hari-hari
Meski ku tahu bagiku tak mungkin lagi ada dirimu
Tetap saja kubiarkan kau mendiami seluruh taman asa
Di antara kuntum bunga mawar yang pernah ada di antara kita
Merekah indah di antara harapdan nyala
Ada keyakinan yang tak terbeli
Oleh ribuan hari-hari penantian hati
Susuri hidup walau tertatih seorang diri
Dan kau tetap di sana diami sudut paling sunyi dan suci
Tidak ada komentar:
Posting Komentar